Video Jasad ABK WNI Dibuang Ke Laut Jadi Viral di Korea Selatan

Video Jasad ABK WNI Dibuang Ke Laut Jadi Viral di Korea Selatan

Video Jasad ABK WNI Dibuang Ke Laut Jadi Sorotan Berita di Korea Selatan

Netizen Indonesia baru-baru ini tengah digemparkan dengan pemberitaan media Korea Selatan, MBC News yang melaporkan adanya sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) China diperlakukan seperti budak. Tak hanya diperlakukan seperti budak saja, akan tetapi jika para ABK WNI ketahuan sakit dan meninggal dunia, maka jasadnya akan dibuang ke laut.

Kabar mengenai adanya pelarungan jasad ABK serta tindak pelanggaran HAM ini pun menjadi perbincangan di Korea Selatan serta Indonesia. Kabar tersebut bermula saat kapal berbendera China tengah berlabuh di kota Busan, Korea Selatan dan salah satu ABK meminta pertolongan kepada stasiun televisi serta pemerintah Korea Selatan. Media MBC pun melaporkan jika saat hendak dilakukan penyelidikan lebih lanjut, kapal tersebut telah kembali berlayar.

Media tersebut juga turut mengungkapkan bahwa sebelum jasad yang ada di video tersebut dibuang, ada pula beberapa jasad lainnya yang telah dibuang terlebih dahulu, tepat setelah mereka meninggal dunia. Menurut informasi dari salah seorang saksi, ada 4 ABK yang telah meninggal dunia selama perjalanan kapal tersebut.

Media Korea Selatan, MBC News juga mengungkapkan jika adanya surat pernyataan dari para ABK yang menyatakan kesediaan mereka untuk dikremasi bila terjadi musibah hingga meninggal di tempat kapal tersebut bersandar. Dalam perjanjian tersebut juga tertulis, jika abu jenazah yang telah dikremasi akan dipulangkan ke Indonesia. Tak hanya itu saja, pada surat pernyataan tersebut juga disebutkan nominal asuransi yang telah diberikan terlebih dahulu sebahanyak 10 ribu dollar Amerika atau sekitar Rp 150 juta.

Tak hanya menampilkan adanya surat penyataan dari para ABK. Akan tetapi MBC News juga turut menampilkan penyataan dari salah satu ABK mengenai sistem kerja di kapal milik RRT.

Di mana kondisi para ABK dianggap masuk dalam eksploitasi tenaga kerja yang ada. ABK tersebut juga mengungkapkan, jika dirinya dengan rekan kerja lainnya hanya diizinkan untuk meminum air laut yang telah difiltrasi. Air mineral yang dibawa pun hanya untuk diminum oleh ABK China saja.

"Pusing terus enggak bisa minum air itu sama sekali. Pernah juga sampai kaya ada dahak-dahak di sini," ujar saksi.

Ia juga menyebutkan, jika ABK yang telah meninggal sebelumnya telah sakit terlebih dahulu selama satu bulan.

"Awalnya keram terus tahu-tahu kakinya bengkak, dari kaki terus nyerang ke badan terus sesak dia," lanjutnya.

Seorang saksi yang memberikan pernyataan mengungkapkan jika sistem kerja yang ia alami sangat melelahkan. Pasalnya, para ABK memiliki jam kerja hingga 18 jam lebih dengan waktu istirahat hanya 6 jam setelahnya.

MBC News juga melaporkan jika upah yang diterima selama 13 bulan bekerja hanya sekitar 120 dollar atau Rp 1,7 juta. Dengan kata lain, gaji yang diterima para ABK WNI tiap bulannya hanya sekitar Rp 100.000.

Bagaimana menurut kalian mengenai berita ini? Sungguh miris ya. (indokpopers.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Video Jasad ABK WNI Dibuang Ke Laut Jadi Viral di Korea Selatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel